A. Pengertian Filsafat Pendidikan
1. John Dewley memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental ,baik menyangkut dari daya fikir( inteluktual)maupun daya perasaan (emosional).
2.Menurut Thomson, filsafat berarti melihat seluruh masalah tanpa ada batas atau imflikasi. Ia melihat tujuan-tujuannya, tidak hanya melihat metodenya atau alat-alatnya serta meneliti dengan seksama dengan hal-hal yang disebut kemudian dalam kaitan arti dengan yang terdahulu.
3.Van Cleve Morris menyatakan," secara ringkas kita mengatakan bahwa pendidikan adalah studi filosofis ,karena pada dasar bukan alat sosial semata untuk mengalihkan cara hidup secara menyeluruh kepada setiap generasi".
4.Brubacher ,ahli filsafat pendidikan Amerika, berpendapat bahwa,'Ada pendapat yang menyatakan tidak ada filsafat pendidikan sama sekali .Menganggap filsafat yang berpredikat pendidikan ,sebenarnya seperti menaruh sebuah kereta di depan seekor kuda. Pendapat lainnya dia menyatakan bahwa filsafat pendidikan itu dapat berdiri sendiri secara bebas.
B.Ruang Lingkup Pemikiran Filsafat
Dalam rangka menggali, menyusun, dan menggembangkan pemikiran kefilsafatan tentang pendidikan terutama pendidikan islam.
Adapun pola dan sistem pemikiran kefilsafatan sebagai suatu ilmu dia antarnya ;
1.Pemikiran kefilsafatan harus bersifat sistematis ,dalam arti bahwa cara pemikirannya bersifat logis dan rasional tentang hakikt permasalahan yang dihadapi.
2.Tujuan terhadap masalah yang dipermasalahkan bersifat radikal , arti menyangkut persoal-soalan mendasar sampe ke akar-akarnya.
3.Ruang lingkup pemikirannya bersifat universal, artinya persoalan-persoalan yang dipikirkan menyangkut hal-hal yang menyeluruh dan mengandung generalisasi bagi semua jenis kenyataan yang ada di alam ini.
4.Meskipun pemikiran yang dilalukan bersifat sepekulatif, artinya pengertian yang tidak didasari pembuktian-pembuktian empiris atau eksperimental (seperti ilmu alam), tetapi mengandung nilai-nilai objektif, oleh karena itu permasalahannya suatu relitas (kenyataan)yang ada objek yang dipikirkannya .
1. John Dewley memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental ,baik menyangkut dari daya fikir( inteluktual)maupun daya perasaan (emosional).
2.Menurut Thomson, filsafat berarti melihat seluruh masalah tanpa ada batas atau imflikasi. Ia melihat tujuan-tujuannya, tidak hanya melihat metodenya atau alat-alatnya serta meneliti dengan seksama dengan hal-hal yang disebut kemudian dalam kaitan arti dengan yang terdahulu.
3.Van Cleve Morris menyatakan," secara ringkas kita mengatakan bahwa pendidikan adalah studi filosofis ,karena pada dasar bukan alat sosial semata untuk mengalihkan cara hidup secara menyeluruh kepada setiap generasi".
4.Brubacher ,ahli filsafat pendidikan Amerika, berpendapat bahwa,'Ada pendapat yang menyatakan tidak ada filsafat pendidikan sama sekali .Menganggap filsafat yang berpredikat pendidikan ,sebenarnya seperti menaruh sebuah kereta di depan seekor kuda. Pendapat lainnya dia menyatakan bahwa filsafat pendidikan itu dapat berdiri sendiri secara bebas.
B.Ruang Lingkup Pemikiran Filsafat
Dalam rangka menggali, menyusun, dan menggembangkan pemikiran kefilsafatan tentang pendidikan terutama pendidikan islam.
Adapun pola dan sistem pemikiran kefilsafatan sebagai suatu ilmu dia antarnya ;
1.Pemikiran kefilsafatan harus bersifat sistematis ,dalam arti bahwa cara pemikirannya bersifat logis dan rasional tentang hakikt permasalahan yang dihadapi.
2.Tujuan terhadap masalah yang dipermasalahkan bersifat radikal , arti menyangkut persoal-soalan mendasar sampe ke akar-akarnya.
3.Ruang lingkup pemikirannya bersifat universal, artinya persoalan-persoalan yang dipikirkan menyangkut hal-hal yang menyeluruh dan mengandung generalisasi bagi semua jenis kenyataan yang ada di alam ini.
No comments:
Post a Comment